Kamis, 10 Maret 2016

Gunung Merbabu, Lautan Awan di Jawa Tengah

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan perjalanan saya ketika pergi ke gunung Merbabu pada tahun lalu tanggal 13 - 17 Mei 2015, kayaknya telat banget kalo baru mau di bagiin sekarang ya -__-. Okelah langsung saya mulai

13 Mei 2015
Dimulai dari berangkat naik kereta Tawang Jaya sampai Semarang, karena ada problem sedikit dengan keretanya jadi agak telat berangkatnya jam 23.30 aturan berangkatnya 23.00, kami pergi sebanyak 13 orang

14 Mei 2015
jam 07.00 kami sampai di stasiun semarang poncol, kemudian kami beristirahat sebentar di sebuah rumah singgah di daerah chuntel,















Lalu pada malam harinya kami melakukan trekking, karena kami memilih trekking malam lewat jalur cuntel



















Kami treking dengan perlahan dan menikmati perjalanan, trek yang tanah liat, licin, dan ada trek yang berdebu. Ada beberapa yang sudah duluan ngecamp di pos 2 sementara rombongan saya ngecamp di pos 1 karena kami kelelahan.

15 Mei 2015
Setelah sarapan kami bergegas dan menyusul rombongan lain yang ngecamp di pos 2 dan kemudian melanjutkan trekking sampai pemancar di atas, jalan menuju pemancar licin karena tanah liat dan tanahnya basah sehingga sering terpeleset. Sore jam 5 kami sampai di pemancar lalu ada badai dan angin kencang malam itu sehingga kami harus masuk ke dalam sebuah bangunan yang ada di dekat bekas menara pemancar sinyal


















16 Mei 2015
Pagi yang cerah dan wow... lautan awan di Merbabu luar biasa dan begitu indah, inilah negeri di atas awan yang orang - orang ramai bicarakan, gunung Merbabu. Lalu kami trekking menuju puncak kentheng songo, sebelum melalui puncak kentheng songo kami melalui jalur setan dan melewati tebing ekstrim dan kami harus merayap hanya setapak saja jalurnya untuk menuju puncak kentheng songo. Oh iya di Merbabu ini ada 3 puncak yang pertama puncak Syarief ketinggiannya 3119 MDPL, kedua yang tertinggi puncak Kentheng Songo 3142 MDPL dan ketiga puncak Triangulasi berada diseberang puncak Kentheng Songo





















17 Mei 2015
Pagi hari di puncak Kentheng Songo sangat indah pagi hari dari puncak ini, kita dapat melihat gunung Merapi yang nggak jauh dari Merbabu, Gunung Sindoro dan Sumbing, Gunung Lawu, Gunung Slamet. Yaps sekian perjalanan saya ke gunung Merbabu, maaf baru cerita.heheheh semoga bermanfaat :D


Jumat, 14 Februari 2014

Macet di Jakarta? mungkin ini solusinya

Macet di Jakarta? itu hal yang biasa menurut saya, namanya juga ibukota :) banyak orang yang ngeluh macetnya Jakarta, berangkat kerja macet, pulang kerja macet kebanyakan orang yang tinnggal di Jakarta menghabiskan waktunya cuma buat macet-macetan di Jakarta terutama yang bawa mobil. Nah.. buat yang bawa mobil biasanya paling banyak ngeluh nih karena ngk bisa selap selip kaya motor. Mobil harus nunggu lama buat jalan beda sama motor yang bisa selap selip jadi cepet. Jujur di Jakarta saya bukan pengguna Mobil karena kalo saya bawa mobil bisa - bisa mati muda di jalan karena kebanyakan duduk dan ngeluh karena ngk jalan - jalan mobilnya karena macet. Saya sendiri lebih suka naik motor di Jakarta ini karena selain bisa selap - selip dan lebih efisien waktu dari pada mobil. Saya dapet pemikiran tentang sebuah ide gimana caranya mengurangi kemacetan di Jakarta, mudah- mudahan di baca sama Pak Jokowi deh ya ide saya ini :)

1. 3 IN 1? Lebih baik 4 IN 1 :)

3 IN 1? kasian yang sendirinya :( lebih baik 4 IN 1 biar jumlahnya genap :) contohnya gini aja ya misalnya dalam mobil ada 3 orang, terus yang berdua asik ngobrol yang sendiri masa diem aja ngk ada yang ngajak ngobrol mau ganggu ngomong dua orang itu nggak asik kan :) jadi lebih baik 4 IN 1 jadi ngobrolnya lebih asik pasangan - pasangan di dalam mobil kan itu asik :) nah itu ilustrasi tentang 4 IN 1, kalau menurut saya sebuah mobil hanya diisi oleh 3 orang itu kurang asik, coba 4 IN 1 kan lebih enak selain mengurangi jumlah mobil di Jakarta dan temen kantor atau kampus bisa sekalian nebeng tuh pulangnya, yang nyupirin juga dapet pahala lagi udah ijinin orang lain numpang di mobilnya. kalau menurut saya peraturan 3 IN 1 di ganti menjadi 4 IN 1 agar lebih efisien dan di perluas daerah - daerah yang ada, jangan di jalan - jalan protokol kaya Sudriman, Gatot Subroto, Rasuna Said, Mampang doang yang ada 3 IN 1 nya, bila perlu hampir di seluruh jalan di Jakarta berlakuin kaya gitu saya jamin pasti berkurang kendaraan di Jakarta :)

2. Plat Nomor Gnajil Genap?

hmm... Plat nomor kendaraan ganjil genap mungkin jadi salah satu solusi terbaik buat ngurangin kemacetan di ibukota ini :) kalo bener di laksanain plat ganjil genap mungkin akan berkurang kemacetan di jakarta ini dan Polisi juga harus jeli melihat mana kendaraan yang berplat nomor ganjil dan genap, klo ada yang melanggar tilang aja pak plat nomornya :)

3. Pajak kendaraan di naikkan?

hmm... kalo menurut saya pajak kendaraan di Jakarta masih bisa saya bilang kecul dari pada kota di luar negeri sana. Singapura aja negara kecil yang sebanding sama Jakarta Luasnya nggak macet disana karena pajak kendaraan disana mahal dan orang memilih menggunakan jasa transportasi publik dari pada pribadi. mereka melakukan aktivitas kaya ke kantor, sekolah, kuliah menggunakan transportasi umum buat beraktivitas dan menggunakan kendaraan pribadi paling cuma kalo weekend doang. kalo di Jakarta ngk, sekolah, kerja, kuliah malah bawa kendraan pribadi yang bikin macet. Salah satu faktornya ya itu juga sarana transportasi publik di Jakarta masih kurang memadai dan nggak terawat jadi mungkin orang lebih milih nyaman naik kendaraan sendiri :v

sekian lah dari saya tentang solusi buat kemacetan di Jakarta ini, semoga bermanfaat dan mudah - mudahan di baca sama pak Jokowi atau pak Basuki tulisan saya yang sederhana ini :) Ciao...

Sabtu, 08 Februari 2014

Journey To Malang





hmm.. sebenarnya liburan ini dari 15 desember 2013 kemarin, jadi saya baru posting sekarang.hehehe pada kesempatan ini saya akan membahas tentang liburan saya selama berada di kota malang mulai dari tanggal 15 Desember hingga 23 Desember. yok langsung nyimak ya :)
 15 Desember : saya berangkat menuju stasiun Pasar Senen, saya menaiki kereta api Matarmaja jurusan Pasar Senen - Malang. kereta saya agak sedikit mengalami keterlambatan pada saat tiba di stasiun Pasar Senen karena masih dalam penngecheckan di stasiun Jakarta Kota. pukul 14.00 kereta saya baru tiba di stasiun Pasar Senen, pukul 14.10 kereta saya berangkat dari Pasar Senen.pukul 16.50 kereta saya sampai di stasiun Cirebon Prujakkan, pada saat tiba di stasiun Cirebon Prujakkan saya mendengar sebuah nyanyian sambutan yang ada di stasiun yaitu lagu "Kota Cirebon" pada saat kereta tiba di stasiun Cirebon Prujakkan. pukul 17.10 kereta saya bersiap berangkat meninggalkan stasiun Cirebon Prujakkan di iringi oleh lagu "Warung Podjok" saya sempat berbincang - bincang sebentar sama staff DAOP 3 Cirebon pada saat kereta berhenti, stasiun Cirebon Prujakkan ternyata mempunyai ciri khas, yaitu setiap ada kereta yang datang pasti di sambut dengan lagu "Kota Cirebon" dan apa bila kereta pergi meninggalkan stasiun akan diiringi lagu "Warung Podjok". DAOP 3 Cirebon merupakan DAOP paling tersibuk nomor 2 di Indonesia setelah DAOP 1 Jakarta, karena DAOP 3 Cirebon merupakan perbatasan antara Jawa Barat dan Tengah perkeretaapian. di DAOP 3 terdapat jalur pemisah perjalanan kereta yang menuju Selatan atau Utara.

Jalur pemisah antara tujuan Utara dan Selatan
Suasana Senja stasiun Cirebon Prujakkan












pukul 22.10 kereta saya tiba di stasiun Semarang Poncol, berhenti cukup lama dan kembali melanjutkan perjalanan pukul 22.30
 ini penampakan interior kereta api Matarmaja di lengkapi dengan 6 unit AC per gerbongnya











16 Desember 2013
pukul 03.50 kereta saya tiba di stasiun Kediri
pukul 05.00 kereta saya sudah sampai di stasiun Blitar
pukul 07.15 kereta saya tiba di stasiun Malang Kota Lama
pukul 07.30 kereta saya tiba di stasiun Malang
 Foto yang saya ambil ketika kereta saya melewati stasiun Kepanjen












saya menunggu teman saya jemput dan langsung menuju ke rumahnya di kawasan Villa Bukit Tidar, ketika saya tiba disana saya mencoba sebuah makanan yang bernama "Mak Par" saya masih bingung ketika di tanya sambel bawang, sambel kecap, sambel tomat. dan saya memilih sambel bawang, dan ternyata pilihan saya tepat sambel bawang karena rasanya pedas sesuai dengan saya yang menyukai pedas. kata temen saya daerah rumahnya sangat dingin. dan ternyata terbukti sangat dingin pada malam hari dan saya mandi hanya satu kali sekali disana -_- saya di villa bukit tidar hingga hari Jumat tanggal 20, pada jumat siang saya pamit meninggalkan rumah teman saya untuk ke rumah teman saya Nafis untuk menyaksikan pertandingan Arema VS Persik dalam laga piala gubernur jatim di stadion kanjuruhan. saya baru pertama kali menyaksikan pertandingan Arema di stadion Kanjuruhan, ternyata stadion kanjuruhan lumayan jauh dari kota malang ke kanjuruhan, karena terdapat di kabupaten malang.



Sabtu tanggal 21 Desember: saya seharian menghabiskan waktu di rumah teman saya bermain XBOX dan
kami kembali makan sambel Mak Par, nggak tau kenapa saya ketagihan ketika makan sambel tersebut.hahaha, pada malam hari kami mempunyai rencana untuk nobar Indonesia U-19 tapi hujan, kemudian saya dan teman - teman saya memilih untuk pergi berkumpul bersama Komunitas, dan saya di sana bertemu dengan anak - anak Komunitas, saya juga bertemu dengan teman saya waktu dia main ke Jakarta, namanya Bagus. saya bercerita dan bertukar pikiran oleh anak - anak Komunitas.

Minggu 22 Desember : pagi hari kami berencana ikut Car Free Day tapi karena kesiangan bangun nggak jadi dan lebih memilih nonton Bima Satria Garuda :v siang harinya saya ke kostan teman saya Fadly untuk menetap sebentar disana, siang hari saya di ajak futsalan oleh teman2 kostan fadly dan saya bermain futsal. saya punya rencana untuk ikut Fun Futsal bareng JCI Malang tapi karena hujan dan saya ketiduran kecapean abis futsalan jadi nggak ikut. malam hari saya nobar Juventus VS Atalanta bersama JCI Malang di Viva Futsal, dan Juve menang dengan sjor 4 - 1. saya bertemu dengan para pengurus JCI Malang seperti mas tatang dan saya di sambut dengan hangat oleh anak - anak JCI Malang, saya juga ketemu dengan Mas Ridho disana.

Foto Stasiun Malang yang saya ambil sebelum pulang ke Jakarta











Senin 23 Desember : Hari terakhir saya di kota Malang, pada siang hari saya harus meninggalkan kostan teman saya Fadly untuk kembali ke rumah Nafis mengambil barang - barang saya, pukul 15.10 saya tiba di stasiun Malang, saya ke jakarta menggunakan kembali kereta Matarmaja tujuan stasiun Pasar Senen. pukul 16.00 kereta saya berangkat meninggalkan stasiun Malang menuju Jakarta. sungguh pengalaman liburan yang luar biasa di kota Malang, suasana sejuk, makanan murah, bebas macet dan saya merasa betah tinggal di Malang dan ingin lebih lama lagi di Malang. Tapi karena saya juga punya acara Keluarga Natalan saya harus kembali ke Jakarta. Saya sempat berpikir suatu saat nanti saya ingin memiliki rumah di malang dan menetap disana jika saya sudah berkeluarga nanti kelak. Suatu hari nanti saya akan kembali ke Malang untuk liburan disana atau bekerja disana :)
sekian perjalanan saya selama saya berlibur di kota malang, recomended kota buat liburan :D